Langsung ke konten utama

Potensi Harus Diolah, Niat Harus Dilakukan untuk Indonesia Berkemajuan



Tujuh puluh tiga tahun lalu digaungkan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh presiden soekarno. Selama tujuh puluh tiga tahun jugalah Indonesia telah terbebas dari belenggu kependudukan belanda dan jepang. Kini indonesia berada ditangan anak-anak bangsanya, diusianya yang sekarang negara Indonesia masih menyandang sebagai negara berkembang. 
Ada banyak negara yang seusia dengan Indonesia, namun kemajuannya lebih pesat, korea misalnya dari segi teknologi dan entertaiment mereka lebih unggul bahkan anak-anak muda indonesia banyak yang menyukai produk-prosuk yang korea hasilkan. Lalu apakah yang harus Indonesia lakukan untuk bisa sejajar dengan negara-negara maju di dunia?
Sebuah kalimat motivasi mengatakan ‘kalau kita ingin maju, maka harus ada niat dan usaha yang harus kita lakukan’ begitupun dengan pepatah agama yang mengatakan bahwa ‘semua yang dilakukan itu tergantung kepada niatnya’, apakah kita sudah memiliki niat untuk maju? Jika sudah lalu apa yang harus kita lakukan setelah memiliki niat tersebut?
            Begitupun dengan indonesia, masyarakat dan pemerintah indonesia telah memiliki niat untuk bersama berusaha untuk memajukan indonesia. Dengan jumlah penduduk terbanyak ke-empat di dunia, kita tidak perlu khawatir dengan sumber daya manusia. 
Begitupun dengan sumber daya alam yang melimpah, ada banyak kekayaan alam yang yang bisa di olah dan untuk memakmurkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada emas di bumi papua, ada minyak dan gas di tanah rencong, dan sektor pertanian setiap provinsi yang ditunjang dengan pariwisata yang menggiurkan mata dunia.
Presiden Joko Widodo telah resmi mengumumkan Indonesia telah masuk di era revolusi industri 4.0, adalah tantangan bagi masyarakat Indonesia dan terkhusus untuk anak muda untuk menguasai dunia digital. Dengan bonus demografi di seratus tahun indonesia mendatang sudah seharusnya lahir perilaku industri kreatif yang memiliki trobosan baru untuk kemajuan Indonesia. Sekarang telah memasuki empat tahun indonesia kreatif, pemerintahpun turut mendorong masyarakat khususnya anak muda untuk maju.

Potensi besar Indonesia

Pertama, Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang banyak dan dapat melahirkan ide-ide kreatif, melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menampung semua ide ekonomi kreatif masyarakat Indonesia. Melalui ajang ekonomi kreatif penduduk Indonesia dituntut tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga harus menjadi sumber daya yang produktif. 

Kedua, tidak hanya dikenal dengan wilayahnya yang luas dan penduduknya yang banyak, Indonesia juga terkenal dengan sektor pariwisatanya, keelokan alamnya yang indah membentang dari ujung sabang hingga merauke. Pengolahan wisata Indonesia melalui ‘Wonderful Indonesia’ semakin menemukan titik terang. Kita juga bisa turut berpartisipasi membantu memprosmosikan pariwisata di Indonesia khususnya dari provinsi kita sendiri, dengan mengeksplornya dan mempamerkannya ke sosial media.

Ketiga, setelah memasuki revolusi industri 4.0, penduduk Indonesia dituntut untuk menguasai teknologi. dunia kini secara perlahan telah beralih kedigital, negara maju seperti amerika, jepang telah jauh menguasai teknologi dan penghasil teknologi yang konsumennya adalah masyarakat Indonesia. Maka dari itu kita perlu  belajar dan mencontoh sisi baik negara lain untuk mengubah status negara Indonesia yang sedang berkembang menjadi negara maju.

 Dari ketiga potensi diatas, kita sebagai generasi muda harus sudah bisa menumbuhkan kreatifitas dan ide-ide kreatif menjadi suatu langkah nyata. jika ingin maju, majulah bersama Indonesia dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia

*tulisann ini dibuat setelah mendengar materi dari Bapak Andoko Darta selaku tenaga ahli Kemkominfo RI dalam acara Flash Blogging yang dilaksanakan di Hotel Grand Aston Medan dengan tema '4 Tahun Indonesia Kreatif'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Tumbuhan

Pagi ini aku melihat keluar jendela sekretariat ormawa yang sudah aku geluti berkisar satu setengah tahun lamanya. Masih pagi, tapi manusia sudah hingar-bingar melakukan aktivitasnya, berbagai jenis kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi di jalan, jalan tol itu tidak pernah sepi. Selalu saja berisik, sekali-dua pernah terjadi kecelakaan disitu. Sudah, bukan itu yang ingin aku ceritakan Mataku terfokus pada tumbuh-tumbuhan, ada ilalang, pohon jati, mahoni, kelapa dan cemara, adapula tanaman kacang panjang, cabai merah dan rerumputan liar yang daunnya seperti daun maple. Aku jadi teringat Canada, salah satu tempat di Benua Amerika yang ingin aku kunjungi kalau Tuhan mengizinkan. Aamiin Lalu aku berpikir, apa yang bisa aku pelajari dari tumbuh-tumbuhan ini? Kemudian aku teringat kala dulu ada pohon sawo di samping rumah nenek, ku tebangi sebagian rantingnya, sehingga sebagian sisinya tidak terlihat rimbun lagi. Beberapa minggu kemudian aku kembali, dan ternyata kulihat ada tunas...

Menolong Orang Tak Dikenal

        Kemarin, sabtu malam diminggu kedua bulan oktober. Seperti biasa, rutinitas menyambangi pengajian disebuah masjid komplek yang kira-kira jaraknya tempuhnya memakan waktu 15-20 menit. Aku dan bang Ibrahim, sebentar. Bang Ibrahim adalah temanku satu ormawa, mungkin dia akan lebih sering menjadi tokoh dalam cerita-cerita ku, satu lagi ada mas ku, mas Fathoni namanya, dia adalah orang yang selalu aku datangi  kalau senang, susah atau apalah, dia seperti abangku di ormawa ini. Intinya mereka berdualah yang paling sering bersamaku, selebihnya ada teman-teman seangkatan ku, Mahmudi, Iin, Alfi, Agung dan yang lainnya serta beberapa orang perempuan.         Malam itu rasanya hati dan kepala ku masih tidak sinkron,  dipikiran ku berseliweran nama-nama peserta Pena Persma 2019 (acara terbesar di ormawa ku). Aku senang bertemu mereka, rasanya ingin kusambangi mereka semua ke daerahnya masing-masing. Ah sudahla, semoga T...